Pagi yang begitu dingin untuk memulai kegilaan. Terasa baru kemarin aku bercengkrama dengan malaikat mengenai niat baik yang ingin ku tunaikan hanya karena sesuatu. Wah tampaknya nilai keikhlasan tak lagi ada ketika masih ada keinginan dan pamrih yang ditunggu meski cuma pahala.
Ah, lagi-lagi saya menemukan kepicikan berfikir dari orang-orang yang katanya berfikir intelek dan bebas. Adalah bentuk kelakuan usang dengan munculnya film pendek Fitna (Kalau boleh disebut film, karena hanya berisi cuplikan-cuplikan sampah selama kurang lebih 16 menit yang dikemas sedemikian rupa sebagai usaha pembenaran sebuah fakta yang begitu terarah atau lebih tepatnya memojokkan, yang tanpa ulasan, studi, serta fakta yang konkret bagi semua pihak yang terlibat jika ingin dijadikan konsumsi publik).
u don't understand what I mean!
Pemikiranmu adalah kematianmu sendiri. Kau bicara banyak hal, namun yang aku dengar tetap hanyalah kebodohan & ketidaktahuan yang akut. Hei! kau sebut itu nasihat? aku kok mendengarnya seperti bualan para pandir? Sanggahan yang kau buatpun semakin mencuatkan sisi tolol yang kau miliki. Dalam skala yang aku buat, sepertinya sedikit sekali volume otak yang engkau gunakan dalam hidup. Tentu bukan untuk seperti itu Tuhan menciptakanmu.
Ya! egoku ternyata benar, dia berkata "Luangkanlah hanya sedikit waktu untuk menanggapi orang yang otaknya masih orsinil itu... Percuma kau kutip berbagai risalah tentang pemikiran yang kadang kau analisa, toh pada akhirnya otak yang ia miliki tak pernah digunakan untuk berfikir, apa lagi menganalisa kebenaran. Dunia memang banyak terisi orang-orang seperti ini, kau memang boleh membekukan kekerdilan & kepicikannya berfikir, agar orang lain tak tersesat atau jatuh pada kubangan yang mereka buat".
I Will!
dunia kadang hanya berisi kegilaan-kegilaan yang perlu direncanakan. meski begitu, jangan pernah merencanakan keburukan untuk orang lain, apalagi untuk diri sendiri. biasakanlah percaya dengan kata-kata orang lain yang memiliki unsur kebaikan & niat tulus. meski pun orang itu tidak serta merta menjalankan kata-katanya itu.
hal wajar mencintai apa pun yang dengan susah payah kita dapatkan, begitu juga dengan pasangan anda. seperti wise word yang sering kita dengar, kita tak pernah sadar betapa seseorang itu amat begitu berharga, sampai kita kehilangannya.
Keterlaluan!
Maaf, jika tulisan saya ini adalah sebuah bentuk kemarahan yang saya sendiri bingung layaknya marah kepada siapa. Karena sangat boleh jadi tulisan ini hanya akan menjadi abu yang tak berarti banyak untuk sekedar menyentil telinga orang-orang yang konon cinta bangsa ini.
Sangat layak kemarahan yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini terhadap klaim beberapa seni budaya Indonesia oleh malaysia. Entah predikat apa yang layak disandang malaysia yang seolah-olah tanpa berdosa melakukan perbuatan tercela dan memalukan untuk sebuah bangsa jika ingin disebut bermartabat. Kesombongan malaysia sebagai bangsa yang baru berkembang memang amat begitu membuat luka. Kita tak perlu meminta mereka untuk menengok kebelakang, karena harusnya mereka malu untuk menyombongkan diri. (Ah, andai malaysia mengerti malu dan punya rasa malu, karena bukankah malu itu sebagian dari pada iman?)
Berdiam diri ketika kita telah dianiaya adalah Kebodohan. Menyikapi kesombongan malaysia tanpa ketegasan sikap & kebersamaan pun sepertinya sia-sia. Apa yang dapat kita perbuat jika pemerintahan Indonesia pun tidak punya nyali menyikapi semua ini? Kemana kalian yang duduk di pemerintahan?
still find...
Inilah realitas, dimana kamu mau tak mau harus menunggu untuk mendapat apa yang kamu inginkan. entah itu yang kamu biasa sebut keadilan, kebahagiaan, bahkan cinta. Tapi tunggu dulu, dalam masa penantianmu, kamu tak perlu berharap banyak akan kedatangannya. Karena dalam banyak hal, semua itu dapat tidak terwujud sama sekali. Yang kamu sebut Tuhan bolehlah diharapkan untuk pengaduanmu, toh dalam keputusasaanmu boleh jadi kamu pun menghela seraya menghibur diri dalam dalih nasib. Ya, memang yang kamu sebut Tuhan maha adil, seperti dalam kitab-kitab suci yang senantiasa kamu agungkan, kamu baca, tapi diamalkankah? Betul, yang kamu sebut Tuhan menghargai sebuah proses meski tanpa hasil gemilang, tapi sudahkan kamu serius dan mengikuti kaidahNya? Jika seperti itu, takdir yang kamu pahami hanyalah bola permainan Tuhan.
Ups, sisi burukku memotong pembicaraanku dengan kefanaan. Lagi-lagi dia bertanya tentang ide adanya Tuhan. keraguankah, keyakinankah, kebenarankah, keberaniankah, kegilaankah, atau hanya sebuah khayalan?
Oh Kant, Averroes, Descartes, menepilah dahulu...
Adakah Agama yang Benar?
Manusia sering kali berkomentar, "kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datang dari Tuhan". Apakah komentar itu benar? Kalau iya, untuk Tuhan yang mana? Semua Tuhan? Dalam konteks Tuhan dan agama pada umumnya, kita saja tidak pernah menemukan satu kesepahaman. Karena butuh banyak agama untuk menuangkan kebenaran dalam versi tiap kelompok manusia beragama. Kalau sudah begini siapa yang salah? Sebab kelompok atheis pun tidak mau kalah untuk membenarkan pemahaman yang mereka anut.
da vinci code
Ternyata film the da vinci code gak seseru dan sedetail buku-nya (rie, mana bisa film dengan durasi 2,5 jam bisa detail sesuai buku yang bisa membuat elo lebih berimajinasi? gimana sih loe..) film the da vinci code yang ane tonton seminggu yang lalu memang lebih banyak mengaburkan cerita karena tidak mampu menyajikan alur cerita yang semestinya. udah gitu akting dari Audrey Tautou sebagai Sophie Neveu gak bagus-bagus amat. Ditambah lagi text bahasa indonesia suka tiba2 hilang ketika dialog para tokoh dalam film berbicara hal2 berkenaan dengan Jesus & ajaran Kristiani. Pastinya, orang yang bahasa Inggris-nya pas-pasan (like me!) agak kelabakan menerka2 pembicaraan yang sedang berlangsung (untungnya ane udah baca bukunya, jadinya walau teksnya disensor kayak gitu bisa ngikutin juga ceritanya ampe abis).
Lebih bagus lagi seandainya si Ron Howard bikin film dari buku karya Dan Brown yang berjudul Angels & Demons (Malaikat dan Iblis). ceritanya masih tentang Robert Langdon simbologis Havard yang jauh sebelum mengungkapkan misteri dibalik kode da vinci, pernah mendapat tugas mengungkap kematian seorang professor CERT yang tertancap simbol illuminati (kelompok ilmuwan yang memiliki dendam terhadap vatikan), akibat penemuannya tentang antimateri yang dapat membuktikan kitab kejadian mengenai terjadinya semesta. tapi kayaknya buku Angels & Demons bakalan susah untuk dibuat film. sebab disamping kejadiannya lebih banyak di daerah vatikan city, buku tersebut juga banyak menjelaskan sisi lain dari vatikan, keterlibatan seorang camerlengo dalam pembunuhan 4 kardinal calon pengganti paus, keterlibatan beberapa petinggi amerika & inggris dalam kelompok masons, pertentangan pemikiran galileo & vatikan, keterlibatan seniman vatikan yang bernama bernini dalam kelompok illuminati. dll.. dll.. dll.. yang membuat batas antara fiksi & non fiksi terasa abu-abu.