Home  »
just info  »
opinion  »
e-books  »
php scripts  »
design  »
poems  »
just 4 fun  »
cool sites  »
others  »
greetz card  »
nonton TV  »
random img  »
Updated 20 02 2008
add articles « change download « and more« Pease contact me, if you have found missing link or invalid link. | |
Doa yang Menjebak
POSTED 05 08 08
Apakah doa itu baik? Pastinya iya... Akan tetapi, selalu saja ada celah bagi pemikiran yang membuat kita menjadi skeptis dan berprasangka buruk terhadap Tuhan, ketika apa yang kita doakan tidak terkabul. Pemuka agama biasa berdalih "Mungkin belum waktunya Tuhan mengabulkan doa mu, Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya karenanya tak terkabulnya doamu merupakan sesuatu yang terbaik bagimu". Cukup menyejukkan dan cukup meneduhkan hati kata-kata tadi terdengar. Alasan apapun, terkabul atau belumnya doa tetap menjadi salah satu rahasia Tuhan.
Anda percaya kekuatan doa? Kita pastinya tidak tahu takdir yang sedang dan akan kita jalani, serta seberapa jauh perubahan kehendak-Nya lantaran doa, atau mungkin... tidak sama sekali. Analisa dan pemikiran yang kita miliki tidak akan mampu memaparkan kata "keajaiban" secara rinci dan akurat peristiwa berkaitan dengan doa terkabul, dari permohonan mustahil menurut pandangan umum. Lagi-lagi keyakinan terhadap-Nya lah yang "menggiring" kita untuk percaya bahwa selalu ada "kekuatan" dan "keajaiban" itu. Benarkah?
Sebagian orang yang mengambil jalan sufi memiliki kemerdekaan karena tidak memusingkan diri dalam berdoa (berdoa dalam artian meminta dan cenderung bersifat duniawi). Mereka lebih menghambakan diri mengisi doa dengan selalu memuji kesucian-Nya, kebesaran-Nya serta memohon ampunan-Nya. Tentu bukan lantaran mereka sombong untuk tidak memiliki permohonan dan doa bagi kebaikan diri, rasa malu dalam meminta serta keyakinan total kalau "Tuhan selau tahu apa yang terbaik bagi mereka" menjadi alasan yang sangat-sangat berisi kekuatan tak tertandingi akan jiwa penghambaan yang begitu dahsyat. Adakah yang salah dari sikap tersebut? Setiap orang punya cara dan rasa sendiri mengisi jiwa mereka dengan keimanan. Tuhan pun punya kalkulasi rumit menilai sejauh mana hamba-hambanya mematuhi segala kaidah yang sudah digariskan. Berdoa (dalam makna yang sangat luas) telah menjadi ritual bagi manusia sejak mereka mengenal Tuhan. Sejauh mana doa berperan dalam kehidupan, cuma keyakinan yang memberi batasan untuk jawabannya.
Add Comment?
|